Selamat datang di blog Emilo!

HELLO GOOD PEOPLE! WELCOME, WELCOME, WELCOME! *ala Effie Trinket* Selamat datang di blog “Emilo”. Ceritanya ini adalah blog yang...

HELLO GOOD PEOPLE!
WELCOME, WELCOME, WELCOME! *ala Effie Trinket*

Selamat datang di blog “Emilo”. Ceritanya ini adalah blog yang dibikin khusus untuk curhat curhat yang emang buat dibagiin ke publik (kalo ada publik yang mau baca pun), since gue pernah punya empat or mungkin enam blog sebelumnya yang isinya curhat yang ditulis dengan ala kadarnya dan nggak proper sama sekali buat dibagiin ke orang lain, haha!

Perlu banget ya kak bikin blog baru?

Sebenernya ada beberapa alasan kenapa gue memutuskan untuk ngebuat blog ini.

Pertama, sebagai anak muda yang so ordinary, bulan Mei lalu persis setelah pulang wisudaan, gue mengalami sindrom yang sama dialami dengan jutaan anak muda lainnya: galau akan masa depan. Wuih, jangan dikira sarjana itu berarti udah punya jaminan masa depan dan tinggal pilih pengen kerja apaan. Itu mitos. Men, ternyata kesenangan wisuda itu cuma berlaku saat lo masih di gedung wisuda aja. Selanjutnya, the world is going to be like WELCOME TO THE REAL WORLD, KID.

Saat melangkahkan kaki di rumah setelah hingar bingar wisuda, lo bakal ditampar oleh kenyataan bahwa sejak hari ini nggak ada lagi kuliah rutin sampe ketiduran di kelas, nggak tiap hari lagi ada tawa temen temen di kantin kampus, nggak ada lagi rapat rapat UKM, dan nggak ada lagi capek capekan nyari bahan di perpus dan adegan skripsian bareng di selasar kampus. It’s all ends.

Hilangnya rutinitas secara mendadak ini membuat gue semacam mengalami Post Power Syndrome atau apalah itu, yang mungkin sama dialami oleh orang orang yang baru pensiun kerja. Hidup mendadak jadi pelik banget, karena sekarang semuanya harus dipikirin sendiri. Gila ya. Lo musti buru buru cari kerja, sementara hati ini masih pengen main dan gila gilaan sama temen temen. Lagian, mau kerja apa, juga belum tau. Disisi lain, kalo nggak buruan cari kerja, keburu nggak enak sama orangtua kalo masih nadahin tangan terus. Di sisi lainnya lagi, hobi gue gitar gitaran dan ngebikin lagu yang selama ini sempat terpendam lama, akhir akhir ini meletup lagi. Mendadak rasanya gue pengen nganggur aja, sambil bikin home studio dan bikin bikin atau cover lagu aja tiap hari. Di sisi lain lagi, gue sempet kepikiran buat kerja jadi bar waitress di cruiseship, dengan harapan bisa kerja 3 atau 5 tahun, dan buruan dapet duit gede, bisnis kos kosan dan bisa pensiun dan bebas main lagi di usia 27 nanti.

Dan gue masih punya banyak ‘sisi-sisi’ lainnya lagi yang totally random. Gue bingung, tapi keputusan harus segera diambil. But I have no clue at all.

Masa masa usia kepala dua ini, dengerin nih ya adik adik, adalah semacam masa genting yang akan menentukan kehidupan lo selanjutnya. Nggak sedikit orang yang masa kecilnya gemilang, punya pandangan yang cerah akan masa depan, punya cita-cita dan mimpi yang lurus dan pasti. Sayangnya, yang banyak terjadi adalah makin lo dewasa, makin lo nggak ngerti dengan diri lo sendiri. Cita-cita berubah ubah tiap hari, mimpi jadi buram, hobi-hobi yang terpendam mendadak muncul, identitas diri jadi nggak karuan, setiap hari kegelisahan seputar masa depan gentayangan kayak setan. Maka mulailah kepala lo dipenuhi dengan pertanyaan yang jauh-jauh kayak:
 “abis lulus kuliah mau ngapain?”
“mau kerja apa lanjut kuliah, atau bisnis atau malah nikah?”
 “mau kerja idealis atau kapitalis?”
“kerja disini deket mama atau kerja jauh ikutin kantor idaman?”
“mau beli rumah di umur berapa? Mau pensiun umur berapa? Mau punya anak berapa?”

Sampe pertanyaan yang dasar, se-dasar:
“wait, sebenernya cita cita gue apa?”
“hobi gue apa?”
“visi hidup gue apa?”
“siapa deh gue?”

Dan, kesemuanya mendadak jadi sulit banget untuk dijawab. Lo mendadak ngerasa hidup ini kusut, terlalu banyak piihan, terlalu capek menimbang nimbang, dan seolah cuma lo doang yang ngerasain kondisi ini. Ya nggak?

Sama.

Sampai pada suatu hari gue googling dengan acak dan nemuin tulisan ini, dan tiba tiba dunia menjadi sedikit cerah karena ternyata kita nggak sendiri.

Oke, karena menjalani hidup sebagai anak early 20an itu nggak gampang,  jadi kayaknya asik juga sih kalo gue bisa curhat, tukar pikiran, menggelontorkan segala kegamangan ini dalam tulisan tulisan yang dibuat read-able, nggak sekedar kayak diary jaman SD dulu. Kali, sambil blogging dengan (insyaallah) serius, gue bisa mendadak dapet ide dan inspirasi tentang apa yang harus gue lakuin dengan masa depan yang masih bagaikan kertas putih menanti coretan ini, tsah. Atau, kali aja tulisan gue selanjutnya bisa jadi sekedar bacaan iseng dan hiburan atau mungkin panduan (ini sih kecil kemungkinan ya :p) bagi yang lagi galau juga.
Giituu.


Kedua, mulai bulan oktober 2015 ini, gue resmi bekerja di gerai kopi internesyenel dan resmi memakai apron hijau legendaris itu.  Jeng Jeng Jeng. Ini keputusan yang besar dan cukup random sebenernya, yang mana gue adalah fresh graduate Ilmu Komunikasi, specifically Kajian Media pula. Nggak nyambung banget loh. Dalam rangka tetap membiasakan diri untuk menulis, secara gue nggak akan ketemu lagi dengan makalah, penelitian, seminar, workshop dan academic-stuff dalam 1,5 tahun kedepan, maka gue memutuskan untuk membagi kisah harian gue sebagai barista disini.

Feeling gue, kerjaan jadi barista nggak bakal ringan. Apalagi gue belum pernah menyentuh pekerjaan yang lebih memeras tenaga daripada memeras pikiran ini. Makanya, dibikin seru aja deh ya!

Besok besok, blog ini bakal penuh dengan persoalan frappucinno, latte, americano, pastry, customer, yang campur aduk dengan soal kerjaan ideal, cara nabung gaji, cara resign kerjaan dengan baik-baik, menanggulangi patah hati, godaan mantan, dan hal hal acak lainnya.

Tapi intinya, gue cuma pengen tau, cerita magic apa sih yang bakal gue dapet dalam hari hari ke depan? Banyak sukanya kah, atau banyak dukanya? Gimana endingnya? Apakah pengalaman membuat kopi ini akan gue pakai untuk tetap kerja di kapal pesiar atau di hotel di luar negeri sana (seperti rencana gue saat ini), atau setelah nyicip jadi barista gue justru kapok dan kembali ke pelukan social-movement-thingy, atau malah jadi dosen sesuai rencana awal masuk kuliah dulu?

Well, we will see!


So, once again, welcome to my blog! Hope u enjoy it:)

You Might Also Like

0 comments

Flickr Images